Friday, June 17, 2011

kenapa harus ku cari ?

dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..

Allah :'

ada saat dimana aku sendiri, dan saat itu aku sadar, itulah cara Allah memberitahuku bahwa hanya Dia yang 'selalu' ada bersamaku

saat aku merasa tak ada satupun yg peduli, saat itu aku sadar, itulah cara Allah memberitahuku, bahwa Dialah, satusatunya yang Maha Peduli

saat aku merasa tak ada satupun yg menyayangi, saat itu aku sadar, itulah cara Allah memberitahuku, bahwa memang Dialah, satusatunya yang Maha Penyayang

saat aku merasa semua orang egois mementingkan diri sendiri, bahkan aku sendiri, saat itu aku sadar, itulah cara Allah memberitahuku, bahwa Dialah satu - satunya yang Maha Bijaksana

saat aku merasa tak ada yang bisa mengerti, saat itu aku sadar, bahwa Dia, satusatunya yang Maha Mengerti

saat lelah mulai dirasa
pengorbanan apalagi kiranya yang bisa dicoba ?

saat aku, selalu mencoba mengerti sekelilingku, mengapa harus kupaksakan jika memang aku akhirnya tak sanggup ? toh memang hanya Dia satusatunya yang Maha Mengerti?
pun saat aku merasa ingin dimengerti oleh mereka, kenapa harus kupaksakan ingin itu ? bukankah, memang hanya Dia satusatunya yang bisa mengerti ?

sebenarnya, aku hanya mencoba menjadikan sifat - sifatNya ada pada diriku. tak lebih..
namun aku sadar aku memang punya emosi, ya, manusiawi bukan?
mengapa aku harus matimatian menahan emosi itu? bukankah lebih baik emosi itu mengalir dan cukup kita coba kendalikan ? bukan ditahan ?

dan saat, dimana aku merasa cobaan itu terlalu berat, benarkah itu 'terlalu berat' ?
saat dimana aku mulai mengeluh, pantaskah untuk aku mengeluh ?
bukankah, itu cara Allah menunjukkan cinta pada kekasihNya ?
ya, kekasihNya..
lalu mengapa terkadang kita mendustakan bahwa sesungguhnya, dengan itu Dia menunjukkan cintaNya pada kita..

Allah, satusatunya, yang bisa membantuku mengendalikan ini, adalah firmanMu,
"jika hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, bahwasanya aku adalah dekat.."

kenapa harus ku cari yang lain padahal Pemilik apa yang ku cari ada didekatku?
kenapa harus ku cari duniawi, padahal Pemilik Dunia ada bersamaku?
kenapa aku mengejar pengertian dari orang lain, padahal Sang Pemberi Pengertian itu ada bersamaku dan selalu bisa mengerti aku?
kenapa aku mencari kebahagiaan?
kenapa aku mencari senang?
kenapa aku mencari keindahan?
kenapa tak langsung ku dekati Pemilik dari kebahagiaan, kesenangan, dan keindahan itu?

Saturday, June 11, 2011

Pemuda Galau Perindu Surga (?)

Bismillaah

Assalamualaikuuuum :)

Diskusi yuk ? :)

ditengah himpitan kesetresan kesulitan UAS (oke ini -agak-sedikit-lebay -.-) , waktu lagi istrahat belajar sejarah , jemariku menarinari diatas keypad hape (alay ya? biar ah haha)

Sempat terfikir nggak kalo bertahan buat nggak nyontek itu jihad ?

Sempat terfikir , kalo mengendalikan cinta itu jg jihad ?

"Jihad bisa diartikan dg mengendalikan hawa nafsu"

[Al-Baihaqi meriwayatkan dalam kitab Az-Zuhd (hal. 165, no. 373), Ali bin Ahmad bin Abdan menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ubaid memberitakan kepada kami, Tamtam menceritakan kepada kami, Isa bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Yahya bin Ya’la menceritakan kepada kami, dari Laits, dari ’Atha`, dari Jabir, dia berkata, ”Ada sebuah pasukan datang menghadap Rasulullah shallalaahu 'alaihi wa sallam setelah berperang, maka beliau bersabda kepada mereka,


قدمتم خير مقدم من الجهاد الأصغر إلى الجهاد الأكبر . قالوا : وما الجهاد الأكبر ؟ قال : مجاهدة العبد هواه
Kalian baru datang dari kedatangan terbaik, dari jihad kecil menuju jihad besar.” Mereka bertanya, “Apa itu jihad besar?” Beliau menjawab, “Jihad seorang hamba mengendalikan hawa nafsunya.


Takhrij:



Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abu Bakar Asy-Syafi’i dalam Fawa`id Al-Muntaqah sebagaimana dinukil oleh Syekh Al-Albani dalam As-Silsilah Adh-Dha’ifah juga dari jalan Isa bin Ibrahim, Yahya bin Ya’la menceritakan kepada kami, Laits menceritakan kepada kami, dari ‘Atha`, dari Jabir.]



Ooops. Cinta ? Masalah sensitif banget nih. Terutama di kalangan seusia kita, para galauers haha :D Yaya , hakikatnya wanita adalah pemalu "dan kau indah dengan sifat malumu" , pernah denger itu ? Terus nih , kalo kita lg fall in love , terus nggembar nggemborin kalo kita suka sama tu cowok/cewek A yang keren abis cantik guanteng unyu gahol sekseh (sexy maksudnya -_- haha) dan sebagainya , kirakira kita masih mikirin malu nggak ?Oke kenyataanya banyaaaak banget pendapat yang beda beraneka ragam tentang cara menyikapi cinta terutama bagi pemuda muslim.


Oops , disini kita diskusi loyaa. Bukan menghakimi atau menggurui , yg namanya diskusi , pasti banyak banget adanya perbedaan pendapat.



Relitanya :

1. Pacaran itu boleh kok asal tau batasannya

2. Loh kalo nggak pacaran gimana bisa dapet pasangan (re:nikah.red) ?

3. Pacaran itu banyak mudhorotnya jadi mending jangan deh. Inget lakilaki sholeh hanya untuk wanita sholehah dan sebaliknya



Sering denger kan pasti ketiga kalimat itu ? Yaaa miripmirip dikit laaah



Terus , kamu termasuk penganut yang mana ? Hehe



Me ? Oke. Yang namanya manusia kan sifatnya mungkin berubah nih , siapa yg tau kan ? Orang yang membolakbalikkan hati kan Allah , bukan kehendak kita . Yang penting berdoa aja biar selalu dituntun kejalan yang lurus yakaan ?(Amin)Hm, dulu , dulu aku menganut paham statement nomer satuuuu. Tapi kaya yg tadi ak udah bilang , orang bisa berubah kan ? Tapi , skg , aku percaya pernyataan ke 3 lhoo. Dan jujur , itu susah banget bro sist -_- yaaa kalo jihad itu gampang semua orang bakal masuk surga , neraka kosong dong ? Ya nggak ?Beneran swear susahnyaa minta ampun -_- tapi gimana lagi musim kemarau aja aku udah gak kuat kepanasan (lhoh?)



"Lho kan masih muda senengseneng dulu. Masalah wanita sholehah buat lakilaki sholeh itu entaran masih lama bro"



Pernah denger katakata itu ? Ya aku juga sering hehe



Sekarang gini , pernah denger juga nggak

"apa yg sedang kita lakukan adalah sama dengan apa yg sedang dilakukan oleh calon pasangan hidup kita yang telah Allah tentukan di Lahul Mahfudz"

Jadi , semisal , sekarang kita lagi nyuri nih , ato ngerampok ato mabok , terus , berarti calon suami istri kita jg lg gtu kan , mau punya suami/istri perampok pencopet pemabok ? Nggak kan ?Nah , sama aja tuh kalo kita lg pacaran dan sebagainya. Hayoooo ? Oke, kalo kita sekedar smsan nih , "sayang lg apa udah maem udah minum udah tidur uuu aku kangen kamu sayang". Lah , Si Calon suami/istri kita kan ya juga bakal gitu juga. Mau ? Kagak cemburu ?



Lah trus gimana dong ?Naaah , coba deh , kalo skg kita matimatian ngejaga hati , ngelawan hawa nafsu , nyembunyiin perasaan suka cinta kagum dan sebagainya , nglawan hawa nafsu jg kan tuh namanya ? Demi calon suami istri kita pasti kan si calon suami istri kita lg gitu juga. Coba deh , apa nggak so sweet bgt tuh ? Romantis kan ? Unyu abissssssEntar waktunya ketemu (re:nikah.red) pasti bakal lebih keren , mana semuanya udah dihalalin pula ? Ya nggak ? Mandang halal , tataptatapan halal , pegangan tangan halal. Nggak kaya waktu pacaran yakaaan ? Hehehehe



Terus gimana dg ini :"Waah aku mau kayak gitu tp gimana aku udah pernah pacaran :("



Hey gan bro sist ! Setiap orang , hidup dari masalalu. Pasti punya masalalu. Tinggal kitanya aja mau milih perubahan yg baik ato buruk yakan ?Pernah denger "semua belum terlambat selama nyawa belum sampai ke kerongkongan" ?Lah , so ? Udah tau jawabannya kan ? Ayo fighting !



HmmmmTapi , sekali lagi , yang Maha Membolakbalikkan hati adalah Allah , jadi keyakinan kita saat ini pun bukan tidak mungkin bisa berubah. Yang terpenting adalah selalu doa dan minta sama Allah supaya senantiasa ditunjukin jalan yg lurus. Jadi, (naudzubillah) semisal keyakinanku -dan mungkin- tementemen suatu saat goyah , tolong saling mengingatkan yaa :)



Huaaa udah ah capek ngetiknya lwat hape. Segini dulu deh diskusi kita kali ini hehe. Maaf kalo ada salahsalah kalimat yang menyinggung yaaak bantubantu yaaak ! Wkwk



Wassalamualaikuuuuuum ;D

khalifah ? :)

Assalamualaikum...

Sharing yuk
Sedikit berbagi
Kalo kurang berkenan baca, close aja, tp insyaallah bermanfaat kok, buat kita semua, sekarang, dan yang akan datang

Seseorang bertanya,
Sifat apa yang ‘harus’ dimikili seorang ‘pemimpin’ ?

Dan yang ditanya menjawab :
“jujur”
“bijaksana”
“adil”
“bertanggung jawab”
“amanah”
“berwibawa”
“cerdas (cerdas tidak harus pintar)”
“loyal”
“berdedikasi”
“kredibel”
Itu saja ?
Emm...
“tegas”
“manage”
“mengayomi”
Yakin hanya itu?
Yakin?
Sebenarnya kita cukup hanya menjawab ‘satu’ saja. Yang menjadi dasar dari yang disebutkan diatas.
Apa itu?
One character which needed by a leader?
RELIGIOUS

Yah, just it ;)
Kenapa bisa begitu?
Karena, seseorang yang religius pasti akan memiliki sifat – sifat yang kita sebutkan diatas.
Orang yang religius pasti akan jujur, dimanapun dia berada, tidak hanya saat memimpin sekelompok orang atau negara.
Kenapa bisa begitu?
Well, Apakah pantas disebut pemimpin yang jujur, jika kejujuran itu hanya berlaku ketika seseorang memimpin sekelompok orang, negara, dan yang lainnya?
Sementara implementasi sehari-harinya, kita lupa akan makna kejujuran itu sendiri?
Dengan ringannya tak jujur dalam mengerjakan ulangan misalnya, berbohong kecil dengan alibi untuk kebaikan? Padahal kita tau,
…Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya. (Al Maidah: 2)

kita juga tau,
Aku jaminkan sebuah rumah, di surga bagian tengah, untuk dia yang mampu menjauhi dusta, meski sedang bercanda (HR. Abu Dawud)

Lalu, apakah yang demikian masih pantas disebut sebagai pemimpin sejati? wallahualam bisshowab :)
Pemimpin yang religius, pasti akan bersikap adil dan bijaksana. Karena apa?
Dengan gamblang dijelaskan bahwa salah satu golongan yang kelak di yaumul akhir mendapat naungan dari Allah, saat tidak ada yang dapat memberi naungan selain Dia, adalah
Pemimpin yang adil

Seseorang yg berpegang teguh pada syariat pasti akan senantiasa menyadari bahwa
semua yang kita pimpin akan diminta pertanggungjawaban kelak di yaumul akhir

Dengan memahami betul semua aspek yang dituntun syariah, insyaallah, kita, peimpin, akn senantiasa mencoba menjadikan sifat-sifatNya ada dalam diri kita
Bukan untuk menggurui, bukan juga merasa paling tinggi, hanya mengingatkan diri :)
Maha Kuasa Allah yang dengan mudah membolak – balikkan hati, fikiran, dan keyakinan hamba – hambaNya
Semoga kita termasuk dalam hamba Allah yang senantiasa dipautkan hatinya pada jalan yang Ia ridhoi, amin
wassalam

Friday, June 10, 2011

hey! :D

Assalamualaikuum :D

venny faradika anggi, barangkali ngga sama kaya remaja lain seusia aku, dianggap aneh? Hm, its me! :) orang yg memutuskan mulai ngekost sejak SMP disaat tmn2 yg lain masih bisa bareng terus sma keluarga. Tp menurutku, menuntut ilmu itu emang butuh pengorbanan. Terkadang kita harus merelakan sesuatu utnuk mendapatkan sesuatu kan? Yah seperti waktu kumpul bareng keluarga yg jadi minim karena udah diluar kota. visioner, supel, ekspresif, sukaaaa banget sharing sama diskusi, menurutku diskusi itu cara mengasah argumen terasik ;) suka organisasi juga, banget! Kenapa? Karna prinsipku: "jadilah orang yg cerdas. Jangan berambisi jd pintar. Kepintaran memang mengantar kamu kuasai pelajaran, namun bukan modal hadapi kehidupan. kecerdasan yg membantumu menuju jalan keluar menghadapi permasalahan, serta penentu kualitas emosional dan spiritual, itulah modal kamu belajar. Insyaallah bisa mengikuti walau dikelas tak jadi bintang" naah, itu alasannya. pengen jadi motivator walopun itu bukan cita2, pengen jadi presenter walopun itu juga bukan cita2, jadi ahli ekonomi itu baru cita2 ! ;) (amiiin) pengen bisa jadi orang yg mampu memberikan kontribusi untuk dunia (amin Ya Allah). Pengen bisa menginspirasi orang lain dengan hal2 baik yg masih aku coba sampai saat ini. Kenapa aku ngambil kata 'hal baik' ? Karna kata Ali bin Abu Tholib, "sebaikbaik kalian adalah jika engkau melihat dia, maka kau akan ingat kpd Allah swt" :) . Pengen sukses dunua akhirat, pengen jadi orang yg bisa meletakkan dunia di genggaman dg tetap menyimpan akhirat di hati :) sekian trimakasih dan wassalam :D

niat :)

assalamualaikum

hidup mati untuk Allah, menulispun untuk Allah :)